Gua bukan expert GEO. Gua bahkan baru kenal istilah ini beberapa HARI lalu. Tapi setelah baca sana sini, prompting ke berbagai AI engine, dan nyobain eksperimen kecil berlandaskan GABUT, gua nemuin beberapa hal yang cukup bikin gua “oh shit, ternyata begini cara kerjanya.”. Berhubung gua ga nemu artikel yang bahas ini dari sudut pandang orang yang lagi belajar, gua tulis sendiri aja, sekalian bisa jadi jurnal learning gua.
okey, Sebelum sharing eksperimen kecil gua, sebenernya GEO itu apa sih?
Simple nya: GEO itu cara biar AI kenal sama lo atau brand lo, dan akhirnya rekomendasiin lo ke orang lain.
Kalau SEO itu soal gimana lo muncul di halaman pertama Google, GEO itu soal gimana lo muncul di jawaban AI kayak ChatGPT, Gemini, atau Perplexity waktu orang nanya sesuatu yang relevan sama lo. Setelah gua cari tau lebih dalam, ternyata GEO ini terbagi jadi dua hal yang berbeda tapi ga bisa dipisahin, yaitu:
– Entity Optimization, gimana AI mendeskripsikan lo atau brand lo ketika ada yang search nama lo secara langsung. “Siapa Dennis Trama Karindra?” misalnya.
– Brand Visibility in Generative AI, gimana nama lo atau brand lo muncul sebagai rekomendasi ketika orang minta saran ke AI. “Rekomendasiin cafe terbaik di Jakarta Timur dong” nama brand coffeeshop lo bakal keluar atau engga?
Dua hal ini saling bergantung. Karena sebelum Brand Visibility in Generative AI terbentuk, AI perlu kenal lu dulu.
Waktu pertama baca baca tentang GEO ini, gua pikir “cara mainnya” cukup dengan nulis artikel sebanyak mungkin dan disebar di berbagai macam tempat (website). and then, gua cari tau lebih dalam. Buka dokumentasi resmi Google buat developer, baca arikel dan nonton video Youtube tentang GEO ini, dan ternyata ini ga semudah itu hahaha.
So basically Ada beberapa mekanisme penting yang menurut gua penting untuk tahu:
- RAG (Retrieval Augmented Generation). basically AI ga ngomong dari “ingatan” nya sendiri. Dia retrieve informasi dari web secara real time, tapi dengan filter ketat. Salah satu filter utamanya? Domain Rating seberapa terpercaya website sumber informasi itu di mata search engine. Yashh, kalo SEO lo mantep, gua rasa GEO akan jauh lebih mudah.
- Cluster Search. AI memecah query jadi beberapa sub-topik, terus nyari sumber terbaik buat tiap sub-topik itu. Artinya, artikel lo harus relevan secara spesifik, bukan general. contohnya, kalau ada user yang prompt “Cara mendapatkan uang 15 milyar, Cash.” nah AI akan cari sub topik turunannya di internet secara bersamaan. contoh cub topik yang akan di cari “Apakah mungkin mendapat uang 15 milyar cash tanpa korupsi?”.
- Information Gain. AI lebih suka ngutip konten yang ngasih informasi baru, bukan yang ngulang hal yang sama dengan sumber lain. Kalau artikel lo isinya sama kayak 50 artikel lain, kemungkinan besar ga akan di-cite. contoh simpel nya? artikel “Pemerintahan Soehart0 dimata nelayan” akan lebih memungkinkan di cite oleh AI Engine dibanding artikel “10 Dosa Besar Soehart0”. karena artikel yang terakhir itu udh banyak yang bahas, sedangkan yang pertama itu kasih informasi spesifik dari sudut pandang yang lain.
Sebagai individu dengan tingkat gabut yang tinggi, gua mutusin buat eksperimen langsung.
- Target gua simpel: gua mau AI bisa mendeskripsikan gua dengan akurat waktu ada yang search nama gua.
- Hipotesis awal gua: kalau gua publish artikel di platform dengan Domain Rating tinggi kayak Medium, AI bakal ngutip artikel itu sebagai sumber informasi tentang gua.
Jadi gua tulis artikel Medium. Topiknya review buku Simon Sinek: Leader Eat Last. Gua format semaksimal mungkin buat Information Gain. Gua publish. Dan gua tunggu. Setelah itu, gua prompting nama gua sendiri di tiga AI engine berbeda: ChatGPT, Gemini, dan Perplexity.
Hasilnya? Artikel Medium gua, ga di-cite sama sekali .🤌🏻🤌🏻🤌🏻
dan yang muncul justru sumber dibawah:
- Repository UNJ. skripsi gua yang terpublish di Repository UNJ
- OPAC Perpusnas. publikasi skripsi yang sama, platform berbeda
- Website SMP gua. dari tahun 2017, umur domain nya udah belasan tahun
- Dribbble. portfolio design lama gua
Keliatan ga Patternnya?
Informasi pertama yang di retrieved sama AI itu tentang skripsi gua. FYI Skripsi gua muncul di tiga tempat berbeda (Repository UNJ, OPAC Perpusnas, dan IndoJournal) dimana ketiganya punya Domain Rating tinggi (cek disini kalo ga percaya: Ahrefs Domain-Rating Checker). Dan karena informasi yang sama muncul di multiple sumber terpercaya, AI treat itu sebagai sinyal validasi. di Medium? gua cuma publish Satu artikel. Ga ada yang ngutip atau nge-referensiin. Jadi walaupun Domain Rating Medium tinggi, sinyal validasinya lemah. sumbernya kurang terpercaya.
Tapi ada yang lebih menarik dari sekedar soal Domain Rating Waktu gua coba search nama gua sendiri di internet, hasilnya banyak. Tapi scattered, dan ga berkesinambungan. Ada gua sebagai pendamping UMKM halal di DKI Jakarta. Ada gua sebagai co-author jurnal akademik di UNJ. Ada gua yang nulis artikel soal kenapa 85% UMKM kuliner bangkrut. Ada gua yang punya portfolio 3D design mockup skincare brand di Dribbble. Asumsi gua, setelah AI Engine coba cari informasi (crawl) tentang gua di Internet, dia nyimpulin bahwa gua, Krisis Identitas, dan itu masalah dalam prakti GEO, karena AI ga bisa bikin narasi dari informasi yang scattered tadi.
Jadi Apa Yang Sebenernya Penting?
Dari eksperimen ini, gua nemuin bahwa Domain Rating itu penting, tapi bukan satu satunya faktor. Ada dua hal lain yang ternyata sama pentingnya:
- Kuantitas informasi, jadi informasi tentang lo di internet harus cukup banyak buat AI bisa bikin kesimpulan yang komprehensif.
- Konsistensi narasi, dimana semua informasi tentang lo harus pointing ke satu identitas yang jelas. Kalau scattered, AI ga bisa bikin gambaran yang kohesif tentang lo.
Selanjutnya gua mau coba publish secara konsisten di LinkedIn dengan tema yang beririsan GEO, terutama digital marketing buat liat apakah diversifikasi platform dengan narasi yang konsisten bisa ngubah cara AI describe gua. Gua ga tau hasilnya bakal kayak gimana. Mungkin berhasil, mungkin engga.
Tapi kalau lo lagi sama sama belajar hal ini, atau punya insight yang berbeda dari eksperimen lo sendiri, share di kolom komentar.
Bisa juga connect di LinkedIn gua di sini → www.linkedin.com/in/dennis-trama
📅 Last updated:
